Kolaborasi Nyata Virtual Assistant dan Local Brand Bandung: Jembatan Digital Untuk UMKM

Kolaborasi Nyata Virtual Assistant dan Local Brand Bandung: Jembatan Digital Untuk UMKM

Bandung selalu punya cerita tentang kreativitas dan semangat berwirausaha. Baru-baru ini Irvan Setya Adjie, founder Dioptiva, berkesempatan hadir dalam acara bertajuk “Kolaborasi Nyata Alumni SGB VA dan Local Brand Bandung”.

Acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah inisiatif untuk mempertemukan dua kekuatan besar: talenta Virtual Assistant (VA) yang kompeten dan para pelaku UMKM yang sedang berjuang menaikkan kelas bisnisnya. Di acara tersebut, Irvan hadir sebagai salah satu pembicara bersama Fitri Novilia S.Pd., MM., seorang dosen marketing sekaligus pengusaha fashion.

Kehadiran beliau memberikan perspektif yang sangat berharga dari sisi pelaku usaha (UMKM) mengenai tantangan nyata yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengelola operasional bisnis yang kian kompleks.

Dioptiva dan UMKM Bandung

UMKM: Tulang Punggung Yang Membutuhkan Dukungan

Kita semua sepakat bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, realitanya tidak selalu manis. Banyak pelaku UMKM merasa “keberatan beban” saat bisnis mulai tumbuh. Kebutuhan akan tenaga ahli di bidang operasional, sales, hingga digital marketing sangat mendesak. Sayangnya, ada kekhawatiran besar jika harus merekrut karyawan tetap, yaitu komitmen biaya yang tinggi, administrasi yang rumit, dan kurangnya fleksibilitas.

“UMKM butuh solusi yang lincah (agile). Mereka butuh bantuan profesional tanpa harus terikat birokrasi kontrak kerja konvensional yang kaku.”

Di sinilah peran Virtual Assistant menjadi krusial. VA hadir sebagai solusi modern yang menawarkan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas kerja. Namun, ada satu catatan penting: seorang VA harus benar-benar memahami “denyut nadi” UMKM, bukan sekadar mengerjakan tugas teknis.

Dioptiva: Menghubungkan Harapan dan Kebutuhan

Dalam kesempatan ini, Irvan memperkenalkan Dioptiva sebagai Digital Agency yang berfokus menjadi jembatan, karena menyadari adanya gap komunikasi antara UMKM dan VA. Dioptiva hadir untuk memastikan UMKM mendapatkan asisten virtual yang tepat, sementara para VA mendapatkan proyek yang sesuai dengan kapsitas dan kapabilitas mereka. Dioptiva memiliki visi sebagai “mak comblang” yang memastikan kedua belah pihak ‘klik’ secara visi dan misi.

Dalam kesempatan ini rekan-rekan VA juga diingatkan untuk jangan pernah ragu untuk mengambil proyek dari UMKM. Di sana VA bukan hanya bekerja, tapi ikut membangun fondasi ekonomi bangsa. Kuncinya adalah empati dan kemauan untuk belajar cara kerja UMKM.

Efisiensi Budget Dengan Virtual Assistant

Bagi pelaku UMKM yang hadir, menggunakan jasa Virtual Assistant adalah pilihan tepat, karena ini adalah cara paling cerdas untuk menghemat budget SDM. Pelaku UMKM bisa mendapatkan tenaga ahli untuk mengelola media sosial, memproses pesanan di marketplace, atau merapikan administrasi keuangan dengan sistem kerja yang jauh lebih fleksibel dibanding karyawan kantor.

Kolaborasi dengan Ibu Fitri Novilia mempertegas hal ini. Beliau menekankan bahwa dalam dunia marketing modern, kecepatan adalah kunci. Dengan bantuan VA, pemilik brand lokal bisa lebih fokus pada inovasi produk dan strategi besar, sementara hal-hal operasional yang menyita waktu bisa didelegasikan kepada asisten virtual yang handal.

Maju Bersama Local Brand

Acara di Bandung kemarin membuktikan bahwa ketika komunitas alumni seperti SGB VA bersinergi dengan brand lokal, tercipta sebuah ekosistem yang saling menguntungkan. Dioptiva berkomitmen untuk terus mendukung pergerakan ini. Kita ingin melihat lebih banyak UMKM Bandung (dan Indonesia) yang sukses go digital dengan dukungan tim yang efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Dioptiva